DiGrow Kelapa Sawit
Cerita ini diperoleh dari Bapak Letda. Lek. Raymond Siagian
TNI AU, Pekanbaru, Ds. Rimbo Panjang, Kec. Tambang, Kab. Kampar – Riau
Keseharian bapak Raymond adalah seorang
personel aktif TNI-AU di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dengan
pangkat Letda dibagian instrumen elektronik pesawat tempur. Dibalik itu
Beliau adalah seorang anak petani, sehingga setiap hari sabtu dan minggu
pak Raymond pergi ke kebun sawit miliknya yang berlokasi di Ds. Rimbo
Panjang, Kec. Tambang, Kab. Kampar – Riau.
Pada awalnya pak Raymond tertarik dengan
Pupuk DIGROW setelah menonton Talkshow Live di TVRI Riau pada Bulan
Februari 2012. Di dalam Talkshow tersebut ada ditayangkan mengenai
tanaman kelapa sawit yang bermasalah seperti sawit yang berbunga jantan
dan berbuah landak/cengkeh. Kebetulan permasalah tersebut juga dialami
di kebun sawit milik pak Raymond seluas 15 Ha. Tanaman Sawitnya sudah
berumur 5-6 tahun dan sudah menghasilkan. Beberapa tanaman justru ada
yang mandul artinya tidak keluar bunga jantan maupun bunga betinanya,
sebagian lagi hanya keluar bunga jantannya dan tidak keluar bunga
betina. Ada yang berbuah tetapi buahnya kecil-kecil dengan duri
panjang-panjang sehingga tidak bisa dipanen. Beberapa tanaman ini
membuat risau pak Raymond sehingga pak Raymond berusaha keras mencari
solusinya. Sehingga pak Raymond memutuskan untuk membeli DIGROW dan
mengikuti seminar tentang tata cara guna DIGROW.
Cara mengatasi tanaman sawit yang mandul,
bunga jantan, dan buah landak dengan pupuk DIGROW adalah sebagai
berikut. Pertama buat larutan DIGROW Merah dengan dosis 250 cc dicampur
dengan 10 liter air dan ditambah urea 500 gram. Larutan ini diaduk
merata dan disiramkan disekitar piringan (zona perakaran) dengan jarak
dari pangkal batang sekitar 50 cm dengan cara disiramkan melingkar di
sekitar piringan. Larutan 10 liter tersebut untuk perlakuan satu pohon.
Kemudian buat larutan DIGROW Merah saja dengan dosis 250 cc / 15 liter
air untuk disemprotkan merata ke batang, daun,bunga jantan, dan buah
landak/cengkeh. Satu tangki (15 liter) diaplikasikan untuk 10 pohon
sawit. Kedua aplikasi ini diulang satu bulan sekali.
Setelah aplikasi dua kali,pada bulan
ke-3, Pak Raymond kaget karena sawit yang tadinya bermasalah (mandul,
bunga jantang, buah landak/cengkeh) kini sudah normal seperti sedia kala
tanpa masalah, semuanya sudah berbuah di pelepahnya, keliling dan
buahnya banyak. Pak Raymond menuturkan, “Saya sudah tidak tahu lagi mana
tanaman sawit yang kemaren bermasalah karena semuanya sudah berbuah
lebat dan normal kembali”. Sementara tanaman sawit yang berbuah
landak/cengkeh yang selalu dibuang janjangnya kini buahnya mulai
membesar ukuran buahnya dan ini merupakan pertanda baik bahwa ukuran
buah akan menjadi normal lagi. Perlakuan DIGROW terus dilanjutkan hingga
bulan ke-5 dan sudah ada buah yang akan dipanen dalam waktu dekat ini.
“Kini Saya baru yakin dan sudah saya
buktikan bahwa DIGROW memang pupuk luar biasa. Tanaman saya yang
bermasalah kini sudah normal kembali berkat Pupuk DIGROW….DIGROW memang
Okeee…..!!!!
Iklan




