Tuesday, 20 February 2018

DiGrow Kelapa Sawit





http://bajafoliar.com

 DiGrow Kelapa Sawit


Cerita ini diperoleh dari Bapak Letda. Lek. Raymond Siagian

TNI AU, Pekanbaru, Ds. Rimbo Panjang, Kec. Tambang, Kab. Kampar – Riau

Keseharian bapak Raymond adalah seorang personel aktif TNI-AU di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dengan pangkat Letda dibagian instrumen elektronik pesawat tempur. Dibalik itu Beliau adalah seorang anak petani, sehingga setiap hari sabtu dan minggu pak Raymond pergi ke kebun sawit miliknya yang berlokasi di Ds. Rimbo Panjang,  Kec. Tambang, Kab. Kampar – Riau.




Pada awalnya pak Raymond tertarik dengan Pupuk DIGROW setelah menonton Talkshow Live di TVRI Riau pada Bulan Februari 2012. Di dalam Talkshow tersebut ada ditayangkan mengenai tanaman kelapa sawit yang bermasalah seperti sawit yang berbunga jantan dan berbuah landak/cengkeh. Kebetulan permasalah tersebut juga dialami di kebun sawit milik pak Raymond seluas 15 Ha. Tanaman Sawitnya sudah berumur 5-6 tahun dan sudah menghasilkan. Beberapa tanaman justru ada yang mandul artinya tidak keluar bunga jantan maupun bunga betinanya, sebagian lagi hanya keluar bunga jantannya dan tidak keluar bunga betina. Ada yang berbuah tetapi buahnya kecil-kecil dengan duri panjang-panjang sehingga tidak bisa dipanen. Beberapa tanaman ini membuat risau pak Raymond sehingga pak Raymond berusaha keras mencari solusinya. Sehingga pak Raymond memutuskan untuk membeli DIGROW dan mengikuti seminar tentang tata cara guna DIGROW.

Cara mengatasi tanaman sawit yang mandul, bunga jantan, dan buah landak dengan pupuk DIGROW adalah sebagai berikut. Pertama buat larutan DIGROW Merah dengan dosis 250 cc dicampur dengan 10 liter air dan ditambah urea 500 gram. Larutan ini diaduk merata dan disiramkan disekitar piringan (zona perakaran) dengan jarak dari pangkal batang sekitar 50 cm dengan cara disiramkan melingkar di sekitar piringan. Larutan 10 liter tersebut untuk perlakuan satu pohon. Kemudian buat larutan DIGROW Merah saja dengan dosis 250 cc / 15 liter air untuk disemprotkan merata ke batang, daun,bunga jantan, dan buah landak/cengkeh. Satu tangki (15 liter) diaplikasikan untuk 10 pohon sawit. Kedua aplikasi ini diulang satu bulan sekali.

Setelah aplikasi dua kali,pada bulan ke-3, Pak Raymond kaget karena sawit yang tadinya bermasalah (mandul, bunga jantang, buah landak/cengkeh) kini sudah normal seperti sedia kala tanpa masalah, semuanya sudah berbuah di pelepahnya, keliling dan buahnya banyak. Pak Raymond menuturkan, “Saya sudah tidak tahu lagi mana tanaman sawit yang kemaren bermasalah karena semuanya sudah berbuah lebat dan normal kembali”. Sementara tanaman sawit yang berbuah landak/cengkeh yang selalu dibuang janjangnya kini buahnya mulai membesar ukuran buahnya dan ini merupakan pertanda baik bahwa ukuran buah akan menjadi normal lagi. Perlakuan DIGROW terus dilanjutkan hingga bulan ke-5 dan sudah ada buah yang akan dipanen dalam waktu dekat ini.

“Kini Saya baru yakin dan sudah saya buktikan bahwa DIGROW memang pupuk luar biasa. Tanaman saya yang bermasalah kini sudah normal kembali berkat Pupuk DIGROW….DIGROW memang Okeee…..!!!!
Iklan

Monday, 19 February 2018

Semburan terhadap Tanaman Padi



http://bajafoliar.com



PERENDAMAN BENIH

Benih padi direndam selama 24 jam dengan dosis 50 cc DIGROW Hijau + 15 liter air (secukupnya) + 20 kg benih padi

Air bekas rendaman digunakan siram lahan persemaian.





DI PERSEMAIAN

Saat padi berusia 10 HSS atau 3 hari sebelum dipindahtanamkan sembur dengan dosis 50 ml DIGROW Hijau per tangki 14 liter atau dengan dosis 3-4 cc / liter air.





DI SAWAH
Padi disemprot menggunakan DIGROW Hijau dengan dosis 50 cc per tangki 14 liter (atau 3-4 cc / liter air) pada usia 15,25, dan 35 HST





Saat padi mulai bunting disemprot menggunakan DIGROW merah dengan dosis 75 cc per tangki 14 liter (atau 5-6 cc per liter air) pada usia 45,55, dan 65 HST.

PERHATIAN:
  • Waktu semprot pagi hari jam 06.00 – 09.00 atau sore hari jam 16.00 – 18.00
  • semprot cukup ngabut tidak usah sampai basah kuyup
  • penggunaan pupuk kimia dikurangi 30-50% dan penggunaan pupuk kandang / kompos ditambahi
  • tidak usah menggunakan perekat dan tidak boleh dicampur pupuk organik cair merek lain
  • saat terjadi serangan hama atau penyakit dapat diaplikasikan bersamaan dengan pestisida



PUPUK Organik DIGROW teruji dan terbukti mampu meningkatkan produksi padi para petani di Subak Jagaraga, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Hasil panen mereka meningkat dua-kali lipat setelah memakai pupuk organik DI Grow. Hal itu dibuktikan saat dilakukan penghitungan hasil panen menggunakan ubinan di Subak Jagaraga, Selasa (6/11/2012) kemarin.

Penghitungan ubinan itu juga disaksikan penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Pemkab Jembrana, klian subak se-Jembrana, KTNA dan para petani subak setempat.
Klian Subak Jagaraga Putu Maryadi (43) mengatakan dari 245 hektar sawah di Subak Jagaraga, sudah 70 persen menggunakan pupuk DIGROW.

Para petani sudah merasakan hasil kenaikan produksi gabah. Hal itu juga terbukti dengan hasil penghitungan ubinan pada dua petak sawah di subak tersebut. Masing-masing memakai varietas padi yang sama, dengan sistem tanam legowo 21, jarak tanam 25×25 cm dan tanam benih langsung (tabela). Yang membedakan hanya penggunaan pupuk. Salah satunya memakai pupuk organik DIGROW.

Hasil kotor satu hektar sawah yang menggunakan DIGROW, mencapai 21 ton. Sehingga, setelah dipotong kadar air, hasil bersihnya mencapai 17,5 ton per hektar. Hasil kotor itu jauh lebih tinggi disbanding yang memakai pupuk kimia yakni hanya 13,4 ton per hektar. ”Pupuk DIGROW ini memang luar biasa, selain meningkatkan hasil, juga tahan dari serangan penyakit,” ujarnya.

Dari kalkulasi biaya, petani juga diuntungkan. Menurutnya, biaya sejak olah tanah hingga panen memakai DIGROW, sekitar Rp 10,3 juta per hektar. Dan, hasil bersih panen dengan asumsi harga gabah Rp 4.000/kg, mencapai Rp 60 juta lebih per hektar. Sementara yang hanya memakai pupuk kimia hasil bersihnya jauh lebih sedikit yakni sekitar Rp 35,6 juta.

Pengakuan serupa disampaikan anggota Subak Jagaraga Made Sudenia. Menurut Sudenia setelah menyemprot pupuk DIGROW, peningkatan produksi padi dirasakannya langsung.

Konsultan Pupuk DIGROW Pusat Ir. Suhendro Atmaja mengatakan dengan hasil ubinan kemarin, membuktikan menggunakan DIGROW tanpa tambahan biaya, tapi hasil lebih meningkat. Manfaat pupuk organik yang terbuat dari rumput laut dari jenis ascophylum nodosum (sejenis alga coklat) ini bisa mempercepat pertumbuhan padi dan menghemat biaya pupuk kimia serta meningkatkan hasil produksi minimal 20 persen. “Dari banyaknya bulir padi yang dihasilkan memakai pupuk DIGROW mencapai 402 bulir, hasil itu berlipat dari yang biasanya hanya berkisar 150-250 bulir,” ujarnya didampingi Distributor Pupuk Organik DIGROW Bali Hariyanto.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, I Ketut Wiratma menyambut baik upaya yang dilakukan distributor pupuk DIGROW Jembrana yang membantu para petani di Jembrana meningkatkan hasil padi. (ad4)

Sumber: Bali Post